
Pernyataan diri sebagai seorang muslim haruslah dibarengi dengan pembelajaran terhadap agama Islam mulai dari hal-hal dasar hingga hal yang mendalam. Setidaknya Anda bisa memahami apa itu konsep dasar dari aqidah dan tauhid.
Sudahkah Anda pelajari apa itu aqidah dan tauhid? Dan mengapa sangat penting untuk dipelajari oleh umat Islam?
Bagi yang belum paham, simaklah ulasan ringkas mengenai pengertian aqidah dan tauhid berikut ini.
Aqidah ( اَلْعَقِيْدَةُ ) merupakan keyakinan yang kuat terhadap sesuatu tanpa terselip keraguan se
dikitpun (Al Mu’jam Al Washith 2/614). Islam memiliki aqidah yang sudah pasti benar karena bersumber dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Definisi aqidah tidak hanya diuraikan oleh satu sumber. Para ahli dan ulama juga turut menguraikan apa pengertian dari aqidah.
Berikut ini pengertian aqidah menurut ulama:
Aqidah merupakan sesuatu yang dipegang teguh dan tertancam kuat di dalam hati dan tak dapat beralih dari padanya (M Hasbi Ash Shiddiqi). Aqidah yaitu sesuatu yang diharuskan hati untuk membenarkannya sehingga menjadi ketentraman bagi jiwa, yang menjadikan kepercayaan/keyakinan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan (Syekh Hasan Al-Bannah).
Aqidah ialah ilmu yang membahas tentang wujud Allah SWT, tentang sifat-sifat yang wajib ada pada-Nya, juga membahas tentang Rasul-rasul-Nya, meyakinkan mereka, meyakinkan apa yang wajib ada pada mereka, apa yang boleh dihubungkan pada diri mereka dan apa yang terlarang menghubungkannya kepada diri mereka (Syekh Muhammad Abduh).
Aqidah ialah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal sehat, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu ditanamkan oleh manusia di dalam hati serta diyakini keberadaannya secara pasti dan menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu sendiri (Abu Bakar Jabir al-Jazairy).
Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa aqidah adalah keteguhan iman terhadap Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya, sekaligus beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, dan lain sebagainya.
Tauhid ( توحيد ) yaitu menyatakan keesaan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya, diantaranya meliputi rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat (Al-Qaul Al-Mufid, 1:5). Hukum mempelajari ilmu tauhid ialah wajib bagi setiap umat Islam. Sebagaimana yang tertuang dalam dalil di bawah ini.
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
Sebenarnya definisi tauhid terbilang luas. Hal ini dapat diketahui dari beberapa pendapat dari para ulama berikut ini.
Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, Raja dan Pencipta semua makhluk, dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17).
Tauhid Uluhiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun batin (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17).
Tauhid Al Asma’ was Sifat adalah mentauhidkan Allah Ta’ala dalam penetapan nama dan sifat Allah, yaitu sesuai dengan ditetapkan dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (Syarh Tsalatsatil Ushul).
Itulah ulasan mengenai pengertian aqidah dan tauhid dengan dalil-dalil yang mendukung. Semoga dapat menambah pengetahuan Islami Anda sekaligus meningkatkan keimanan kita terhadap Allah subhanahu wa ta’ala.
dikitpun (Al Mu’jam Al Washith 2/614). Islam memiliki aqidah yang sudah pasti benar karena bersumber dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Definisi aqidah tidak hanya diuraikan oleh satu sumber. Para ahli dan ulama juga turut menguraikan apa pengertian dari aqidah.
Berikut ini pengertian aqidah menurut ulama:
Aqidah merupakan sesuatu yang dipegang teguh dan tertancam kuat di dalam hati dan tak dapat beralih dari padanya (M Hasbi Ash Shiddiqi). Aqidah yaitu sesuatu yang diharuskan hati untuk membenarkannya sehingga menjadi ketentraman bagi jiwa, yang menjadikan kepercayaan/keyakinan bersih dari kebimbangan dan keragu-raguan (Syekh Hasan Al-Bannah).
Aqidah ialah ilmu yang membahas tentang wujud Allah SWT, tentang sifat-sifat yang wajib ada pada-Nya, juga membahas tentang Rasul-rasul-Nya, meyakinkan mereka, meyakinkan apa yang wajib ada pada mereka, apa yang boleh dihubungkan pada diri mereka dan apa yang terlarang menghubungkannya kepada diri mereka (Syekh Muhammad Abduh).
Aqidah ialah kebenaran yang dapat diterima secara umum oleh manusia berdasarkan akal sehat, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu ditanamkan oleh manusia di dalam hati serta diyakini keberadaannya secara pasti dan menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu sendiri (Abu Bakar Jabir al-Jazairy).
Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa aqidah adalah keteguhan iman terhadap Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya, serta menjauhi larangan-Nya, sekaligus beriman kepada malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, dan lain sebagainya.
Tauhid ( توحيد ) yaitu menyatakan keesaan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan diri-Nya, diantaranya meliputi rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa shifat (Al-Qaul Al-Mufid, 1:5). Hukum mempelajari ilmu tauhid ialah wajib bagi setiap umat Islam. Sebagaimana yang tertuang dalam dalil di bawah ini.
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
Sebenarnya definisi tauhid terbilang luas. Hal ini dapat diketahui dari beberapa pendapat dari para ulama berikut ini.
Tauhid Rububiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam kejadian-kejadian yang hanya bisa dilakukan oleh Allah, serta menyatakan dengan tegas bahwa Allah Ta’ala adalah Rabb, Raja dan Pencipta semua makhluk, dan Allahlah yang mengatur dan mengubah keadaan mereka (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17).
Tauhid Uluhiyyah adalah mentauhidkan Allah dalam segala bentuk peribadahan baik yang zhahir maupun batin (Al Jadid Syarh Kitab Tauhid, 17).
Tauhid Al Asma’ was Sifat adalah mentauhidkan Allah Ta’ala dalam penetapan nama dan sifat Allah, yaitu sesuai dengan ditetapkan dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam (Syarh Tsalatsatil Ushul).
Itulah ulasan mengenai pengertian aqidah dan tauhid dengan dalil-dalil yang mendukung. Semoga dapat menambah pengetahuan Islami Anda sekaligus meningkatkan keimanan kita terhadap Allah subhanahu wa ta’ala.
0 Comments:
Posting Komentar